Detail Berita

LPPM UTM Deklarasikan Langkah Kongkrit Melestarikan Budaya Madura dan Integrasi Kurikulum Gender di Perguruan Tinggi

Highslide JS 14 Oktober 2016 / Admin LPPM
Perempuan dan Madura dalam Kongres Nasional di Universitas Trunojoyo Madura

Bangkalan 11 Oktober 2016, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan Kongres dan  Seminar Nasional Gender dan Budaya Madura III & Call for Paper di Gedung Pertemuan UTM. Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk mempertahankan/melestarikan Budaya Madura dan mengintegrasikan kurikulum gender di perguruan tinggi. Madura: Perempuan, Budaya dan Perubahan adalah tema yang diusung kali ini. Menghadirkan Keynote beberapa budayawan di Indonesia antara lain: Prof. Dr. Mien A Rif’ai, KH. D. Zawawi Imran, Dr. Latif Bustami. Seminar Nasional III ini juga menghadirkan Pembicara dari BAPPENAS Ibu Woro Sri Hastuti Sulistyaningrum, ST. MIDS. (Kasubdit Pemberdayaan Penanggulangan Kemiskinan dan Kessos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Ibu Ratna Susianawati, SH. MH.(Kepala Biro Hukum dan Humas)  sebagai pemateri dengan tema Strategi, Kebijakan Pemerintah Mewujudkan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan.

Acara dibuka oleh Rektor UTM,  Dr. Drs. Ec. Muhammad Syarif, SE. MSi. dan menyampaikan dalam sambutannya untuk segera membuat buku sejarah Trunojoyo dan pengajuan kepahlawanan Trunojoyo. LPPM UTM juga memberikan kenang-kenangan (apresiasi)  kepada Inspiring Woman yang telah memberikan konstribusi dan menjadi inspirator bagi perempuan Madura dalam beberapa kategori . Kategori tersebut antara lain :

Topik/Katergori pemakalah dalam Call For Paper antara lain, pada kategori Budaya terdiri dari 2 topik yaitu: a) Sosial, Budaya dan Masyarakat Madura b) Perempuan, Media dan Sastra. Kategori Industrialisasi terdiri dari 4 topik yaitu: a) Industrialisasi, Perkembangan Ekonomi, dan Sistem Pertanian Madura b) Perempuan, Teknologi, dan c) Batik, Jamu, dan Kuliner Madura d) Perempuan, Kesehatan, dan Rumah. Kategori Pendidikan terdiri dari 2 topik, yaitu: a) Pendidikan dan Kebahasaan Madura b) Problematika Remaja dan Anak. Kemudian pada kategori Politik terdiri dari 1 topik, yaitu Perempuan, Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Jumlah peserta yang mengikuti Seminar Nasional sekitar 200 orang dari Unair, Unesa, UM, Unmer Malang, Univ. PGRI Ronggolawe, STKIP PGRI Sampang, Univ. 45 Surabaya, BKKBN Provinsi Jatim, Dinas Koperasi & UMKM Kab. Bangkalan, STAI Syaichona Moh. Cholil, Kader dan Penyuluh KB, UTM.

Hasil Kongres kali ini merekomendasikan babak baru kepada Universitas Trunojoyo Madura untuk lebih menjunjung tinggi kembali nilai Budaya Madura dan pentingnya peranan Perempuan yaitu dengan memperhatikan kembali untuk Program Studi Bahasa dan Sastra Madura, kemudian pembuatan ensiklopedi Madura dan menambah kurikulum Gender. Hal inilah yang kemudian menjadi inti dari keseluruhan rangkaian acara yang berjalan sehari penuh. Namun,  ada beberapa bisikan dari Rektor Universitas Trunojoyo Madura pada kongres kali ini, yaitu rekomendasi untuk pembuatan buku tentang Trunojoyo dan mengajukan kepahlawanan Trunojoyo.