Detail Berita

Unduh Panduan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat UTM 2019

Highslide JS 22 Maret 2019 / LPPM UTM
Untuk menjaga mutu kegiatan KKN agar memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan KKN perlu diarahkan agar bersifat lebih kontekstual dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment)

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan lapangan bagi mahasiswa yang menempuh bagian akhir dari program pendidikan S-1 di Universitas Trunojoyo Madura. Program ini bersifat wajib bagi semua mahasiswa, karena universitas mempercayai bahwa program ini mampu mendorong empati mahasiswa, dan dapat memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat. Masyarakat akan belajar dari mahasiswa dan sebaliknya mahasiswa akan banyak memperoleh pengetahuan dari masyarakat. Interaksi seperti inilah yang diharapkan akan muncul dan menjadikan program ini sebagai program yang menyenangkan dan mempunyai manfaat yang signifikan bagi mahasiswa, masyarakat dan stakeholders atau mitra.


KKN merupakan media yang efektif dan edukatif untuk mengasah kompetensi mahasiswa sekaligus mempraktekkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika. Mahasiswa diterjunkan di tengah-tengah masyarakat, baik masyarakat perkotaan, pedesaan, maupun kelompok masyarakat tertentu. Mereka akan dapat menangkap dan menghayati denyut nadi kehidupan masyarakat dengan berbagai permasalahan yang ada. Selanjutnya program KKN dilakukan untuk mencoba menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat sesuai dengan sumber daya yang telah dan belum dimiliki, untuk menemukan solusi-solusi yang diperlukan sesuai dengan aspirasi yang diharapkan.  


Kegiatan KKN dapat pula digunakan oleh civitas akademika UTM untuk menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan, terutama pada wilayah terdekat yaitu Pulau Madura. Sebagai salah satu perguruan tinggi Negeri di Indonesia, peran UTM tidak saja mendidik generasi muda dalam menyiapkan dirinya menjadi manusia pembangunan dan mengkaji serta mengembangkan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin bahwa IPTEKS yang relevan dengan kebutuhan pembangunan itu benar-benar sampai kepada masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni hanya mempunyai makna apabila dapat diterima dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat yang memerlukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Untuk menjaga mutu kegiatan KKN agar memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan KKN perlu diarahkan agar bersifat lebih kontekstual dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment). Atas dasar hal tersebut di atas, sinergi antara KKN dan program pengabdian masyarakat (KKN Abdimas) oleh para dosen/peneliti sangat penting untuk dilakukan. Filosofi utama dalam pelaksanaan KKN Abdimas ini adalah konsep  cooperate, co-financing dan co-benefit. Oleh karena itu, pada tahun 2019 ini LPPM Universitas Trunojoyo Madura sebagai lembaga penyelenggara KKN bermaksud melaksanakan progran hibah kompetisi KKN-Abdimas.

UNDUH PANDUAN

[MIROR] : s.id/PanduanHibahAbdimas2019